5 Bahaya Harimau Sebagai Hewan Peliharaan: Masalah Legalitas hingga Rentan Penyakit

Read Time:1 Minute, 59 Second

JAKARTA – Harimau pada dasarnya bukan hewan peliharaan, namun kini mulai banyak orang yang memeliharanya di rumah. Jenis kucing besar ini, sebagai hewan liar, tentu saja menimbulkan bahaya jika dipelihara.

Harimau merupakan predator besar yang dapat memakan puluhan kilogram daging setiap hari dan membutuhkan kandang yang luas serta tingkat keamanan dan perawatan yang tinggi. Hingga terciptalah hewan liar yang biaya pemeliharaannya cukup mahal.

Meski perawatan dan pemeliharaannya memakan banyak biaya, namun bukan berarti kucing besar yang terbiasa hidup di alam liar ini akan selalu dijinakkan oleh pemiliknya. Oleh karena itu, calon pemilik harus memperhatikan bahaya memelihara harimau.

5 Bahaya Harimau Sebagai Hewan Peliharaan1. Legalitas: Menurut The Spruce Pets, 35 negara bagian secara khusus melarang kucing besar, dan 21 negara bagian melarang semua hewan peliharaan eksotik yang berbahaya.

Oleh karena itu, sebelum memelihara hewan liar ini, sebaiknya periksa kembali peraturan perundang-undangan yang berlaku di daerah Anda. Di Indonesia, pemeliharaan satwa liar diatur pada tahun 1990. dalam undang-undang no. 5 tentang perlindungan sumber daya alam dan ekosistem.

Undang-undang ini menyatakan bahwa setiap orang dilarang menangkap, melukai, membunuh, memelihara, menyimpan, merawat, mengangkut, dan menangani satwa yang dilindungi, baik hidup maupun mati.

Siapapun yang dengan sengaja melanggarnya akan menghadapi hukuman penjara lima tahun dan denda maksimum $100 juta. Denda Rp.

Namun masyarakat masih diperbolehkan memelihara harimau berdasarkan UU tahun 2005. Keputusan Menteri Kehutanan No. Hal.19.

Berdasarkan aturan tersebut, masyarakat diperbolehkan memelihara satwa liar sepanjang satwa tersebut berasal dari penangkaran dan termasuk dalam kategori generasi kedua (F2) atau generasi baru, atau merupakan hasil perkawinan antar satwa liar di penangkaran. Jadi masyarakat tidak diperbolehkan menangkapnya sendiri dari alam lalu memeliharanya.

2. Harimau sulit beradaptasi dan merasa tidak bahagia

Idealnya, harimau berada di alam liar. Di penangkaran, harimau mungkin bisa hidup dengan baik di kebun binatang besar atau menyelamatkan kucing besar, namun mereka tidak beradaptasi dengan baik di beberapa ruang terbatas tersebut.

Karena pecinta hewan peliharaan tidak dapat memberikan kehidupan yang dibutuhkan harimau karena mereka telah beradaptasi untuk hidup di hutan belantara yang luas di wilayah geografis tertentu selama ribuan tahun.

Oleh karena itu, memelihara harimau di ruangan kecil seperti rumah atau pekarangan dapat membahayakan nyawa harimau dan pemeliharanya.

3. Temperamen Harimau Sering Berubah Banyak harimau yang dilatih secara hati-hati dan strategis untuk berada di dekat manusia dan akan bertahan selama bertahun-tahun tanpa insiden, namun tidak ada yang bisa secara efektif memprediksi perilaku harimau karena mereka masih hewan liar.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Previous post Baru Saja Meluncur, Mobil Ini Sudah Laku Banyak Banget
Next post Bumi Terus Menghangat: 4,5 Tahun Lagi Bisa Masuk Titik Kritis dan Mematikan