Anak Gemuk Kerap Dianggap Lucu, Wamenkes Dante Ingatkan Bahaya Obesitas pada Anak

Read Time:2 Minute, 48 Second

dianrakyat.co.id, Jakarta – Meski Hari Anti Obesitas Sedunia diperingati setiap tanggal 4 Maret, Wakil Menteri Kesehatan Dr. Dante Saxona Harbuwona, Ph.D., pakar ilmu kesehatan dan kedokteran, mengoreksi beredar anggapan di masyarakat bahwa anak gemuk seringkali dianggap sangat lucu.

Ada risiko penyakit pada anak yang kelebihan berat badan atau obesitas. Jika anak dibiarkan kelebihan berat badan karena alasan yang salah, maka ia akan berisiko terkena sindrom metabolik.

“Karena kalau anak gemuk itu tandanya dia lucu, tapi nanti dia simpan ilmunya yang kita sebut sindrom metabolik,” jelas Wakil Menteri Kesehatan dr. Dante Saxona Harbuwona, Sp PD – KEMD,. Ph.D Mari Bicara Tentang Obesitas dan Acara Kesehatan, 5 Maret 2024 di Jakarta.

Sindrom metabolik dikaitkan dengan penyakit jantung koroner, stroke, dan penyakit pembuluh darah, katanya.

Merujuk yankes.kemkes.go.id, sindrom metabolik merupakan kumpulan gejala beberapa faktor risiko kardiovaskular, antara lain hipertensi, obesitas sedang, dislipidemia, dan hiperglikemia.

Kali ini Dante juga menekankan bahaya obesitas tingkat sedang. Menurutnya, obesitas sedang lebih berbahaya dibandingkan obesitas umum.

“Karena obesitas sedang menunjukkan resistensi insulin,” jelas Dante.

Resistensi insulin, ketika insulin tidak bekerja dengan baik, dapat menyebabkan kondisi seperti gula darah tinggi.

“Yang terjadi pada obesitas adalah resistensi insulin, insulin tidak bekerja dengan baik. Karena insulinnya tidak bekerja dengan baik, gula darahnya meningkat dan dia menjadi penderita diabetes di kemudian hari. “

Selain itu, Dante mengatakan insulin yang tidak bekerja dengan baik juga dapat menyebabkan hipertensi dan menyebabkan gangguan pembuluh darah serta penyakit jantung.

“Karena insulinnya tidak bisa bekerja dengan baik, dia jadi hipertensi. “Karena insulinnya tidak bekerja dengan baik, dia akan mengalami masalah pembuluh darah dan penyakit jantung di kemudian hari.”

Salah satu cara mengenali tanda obesitas yang merupakan tanda diabetes pada anak adalah dengan melihat warna kulit bagian belakang leher anak. Jika anak obesitas mengalami flek hitam, ini menandakan penyakit diabetes.

“Tanda-tanda yang lebih spesifik pada anak obesitas, baik anak-anak maupun orang dewasa, dilihat dari apakah terdapat lingkaran hitam di leher bagian belakang atau tidak. Jika terdapat flek hitam disebut Acanthosis Nigricans. “Acanthosis Nigricans merupakan gejala resistensi insulin,” jelas Dante.

“Nantinya kalau obesitas tidak dikendalikan maka akan menjadi diabetes,” ujarnya.

Selain flek hitam tersebut, Prof. Aman Bhakti Pulungan, Sp.A(K), FAAP, FRCPI (Direktur Eksekutif, International Pediatric Society) mengatakan dalam diskusi panel bahwa gejala obesitas yang menandakan diabetes pada anak dapat dengan mudah diketahui dari bentuk gulanya. kaki dan keadaan lelah.

Lehernya menjadi hitam, kakinya mungkin berbentuk ‘O’, dan sebagainya. Naik tangga di sekolah, katanya sesak napas,” jelasnya.

Obesitas dapat diatasi jika Anda menjalani pola hidup sehat yang dimulai dari lingkungan keluarga. Salah satu caranya, kata Dante, dengan memberikan contoh pola makan sehat di rumah orang tua. Dengan cara ini, anak akan terbiasa dengan pola makan sehari-hari yang sehat.

“Berikan contoh makanan sehat. “Untuk tumbuh kembangnya, anak membutuhkan banyak protein, bukan karbohidrat,” jelasnya.

Dante juga mengatakan, karbohidrat tetap penting untuk produksi energi. Namun konsumsi karbohidrat harus dibatasi untuk mencegah kelebihan berat badan pada anak.

Direktur Departemen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular Kementerian Kesehatan, Dr. Eva Susanti, S.Kp., M.Kes. Eva mengatakan, dengan menerapkan pola hidup sehat dan mengenali faktor risiko obesitas, sangat mungkin untuk mencegah obesitas.

“Pencegahan obesitas dapat dilakukan melalui pola hidup sehat, pencegahan faktor risiko, yang memerlukan komitmen setiap orang untuk bertanggung jawab terhadap kesehatannya sendiri,” kata Eva.

Keberhasilan pencegahan obesitas di Indonesia tidak lepas dari dukungan semua pihak, dimana sangat penting untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat tentang obesitas.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Previous post Menteri Bahlil Kejar Target Investasi Rp 1.650 Triliun pada 2024
Next post WhatsApp Tambahkan Filter untuk Temukan Pesan dengan Mudah