Anak Tantrum Terus Menerus di Luar Batas, Bisa Jadi Mengalami Tantrum Abnormal

Read Time:2 Minute, 7 Second

dianrakyat.co.id, Jakarta – Tantrum merupakan bagian normal dari tahap perkembangan dan sering terjadi pada anak kecil. Hal ini terjadi ketika anak sedang frustasi dan tidak bisa mengungkapkan perasaannya dengan baik.

Tantrum merupakan salah satu cara anak mengekspresikan emosinya yang intens. Seiring bertambahnya usia, sebagian besar anak belajar mengendalikan emosi dan mengamuk.

Namun, jika tantrum semakin sering terjadi dan berlanjut hingga masa remaja, maka tantrum tersebut bisa berkembang menjadi kemarahan yang tidak normal.

“Nyeri merupakan perkembangan yang normal sesuai usia anak, namun bila berlanjut pada anak yang lebih tua dan remaja dapat menjadi tidak normal sehingga perlu ditangani dan diberikan intervensi,” kata dr.Dr I Gusti Ayu Trisna Windiani, SPA( K), Kepala Tumbuh Kembang-Sosial Pediatri, Departemen/KSM Ilmu Kesehatan Anak FK UNUD/RSUP Prof. Dr. Saya G.N.G Ngoerah.

 “Nyeri normal tentu tidak berlangsung lama seperti nyeri abnormal, dan nyerinya tidak separah nyeri abnormal,” kata Trisna pada seminar media Pengurus Pusat Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) yang digelar secara online. Selasa, 23 April 2024, Tantrum: Bagaimana Cara Mencegah dan Mengatasinya?

Trisna menjelaskan, pada anak yang mengalami suasana hati tidak normal: berusia lebih dari 4 tahun ketika amarah berlangsung lebih dari 15 menit dalam keadaan tantrum.

Kelainan yang terjadi pada anak-anak harus dipertimbangkan dengan cara berikut: gangguan mengganggu, kontrol impuls dan gangguan perilaku. Gangguan perilaku adalah suatu kondisi di mana seseorang mengalami kesulitan mengendalikan diri (PTSD). Gangguan pemusatan perhatian dan hiperaktif yang disebabkan oleh paparan peristiwa traumatis (ADHD). Kondisi yang menyebabkan anak mengalami gangguan jiwa yang ditandai dengan gangguan pemusatan perhatian berlebihan dan hiperaktif. Gangguan Spektrum Autisme (ASD). Gangguan perkembangan saraf yang memengaruhi cara seseorang memandang dan berinteraksi dengan hal-hal di sekitarnya. Gangguan belajar adalah gangguan penglihatan atau pendengaran

Sebuah sinyal bahwa sesuatu yang lebih dalam sedang terjadi, seperti gangguan emosional atau mental, rasa sakit yang tidak biasa bisa menjadi tanda adanya masalah yang lebih besar yang perlu ditanggapi dengan serius.

Jika terjadi konflik yang tidak biasa, sebagai tenaga kesehatan yang ahli di bidangnya, Anda akan dapat melakukan skrining terhadap beberapa gangguan perilaku. Berikut beberapa instrumen screening gangguan perilaku: Kuesioner Masalah Perilaku dan Emosional (KMPE) Age-State Social Emotional (ASQ: SE) CBCL Child Behavior Checklist (CBCL) Abbreviated Conners Teacher Rating Scale (ACTR) Pediatric Symptom Checklist-17 (PSC -17) ) Kuesioner Kekuatan Kesulitan (SDQ) Daftar Periksa Autisme pada Anak yang Dimodifikasi, Direvisi dengan Tindak Lanjut (MCHAT-R/F)

Sebagai orang tua atau pengasuh, penting untuk memperhatikan perilaku anak Anda dan mengidentifikasi apakah ada masalah yang perlu ditangani lebih lanjut. Kunjungi dokter jika terjadi iritasi yang tidak biasa, karena petugas kesehatan ahli akan menanganinya dengan baik.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Previous post Rekomendasi 10 Game Seru untuk Teman Perjalanan Arus Balik Lebaran 2024
Next post Bangun Karakter Kebangsaan, Universitas MH Thamrin Gelar LDBN