Becak Kayuh Listrik Jadi Kendaraan Wisata di Yogyakarta, Lebih Ramah Lingkungan dan Bebas Polusi Suara

Read Time:3 Minute, 1 Second

dianrakyat.co.id, Jakarta – Becak di Yogyakarta kembali ke jati dirinya sebagai kendaraan ramah lingkungan setelah dominasi becak bermotor bernama bentor. Bukan versi konvensional melainkan becak pedal listrik yang beroperasi di kota Gudeg mulai Minggu 7 April 2024. 

“Bro, sudah lihat konvoi becak listrik di Jalan Maliobor?” tanya akun Humas Pemda DIY di TikTok dalam unggahannya, Minggu. Berdasarkan laporan tersebut, keberadaan becak kayu sebagai kendaraan tradisional kini semakin menggerogoti keberadaan becak. Untuk itu, Pemerintah Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) melakukan inovasi melalui teknologi listrik alternatif untuk becak kayu.

Becak kayu listrik ini diklaim lebih ramah lingkungan karena tidak menimbulkan polusi udara dan kebisingan. Wahana ini diharapkan bisa menjadi daya tarik wisata utama di Yogyakarta. Sebelumnya, merujuk pada berita acara Pj. Kepala Dinas Pariwisata DIY Wali Kota Yogyakarta Singih Raharjo mengatakan, becak pedal listrik merupakan salah satu inovasi dan solusi kendaraan becak tradisional di Kota Budaya.

“Beberapa prototipe sedang dikembangkan, total unit baru (becak wisata),” tulisnya dalam keterangan video yang diposting pada 24 Desember 2023. Singgih menjelaskan, sudah ada konversi dari becak kayu tua menjadi becak kayuh listrik.

“Tahun 2023 tahap pertama ada 50 unit,” tulisnya lagi seraya menyebutkan proyek tersebut merupakan hasil kerjasama Dinas DIY dan Pemkot Yogyakarta.  Dalam video tersebut disebutkan becak bisa melaju kencang saat melintas di jalan lurus. Sedangkan saat becak dikayuh, tenaganya akan bertambah. Kemudinya juga dipermudah pengemudinya.   

Sebelumnya, seperti dikutip saluran regional dianrakyat.co.id, pada 22 Maret 2023, Kepala Dinas Perhubungan DIY Ni Made Dwi Panti Indrayanti menjelaskan, becak listrik merupakan pilot project penataan transportasi perkotaan, termasuk yang terkait dengan transportasi perkotaan. pasokan pedal penggerak alternatif. sepeda roda tiga.

“Penelitiannya juga dilakukan oleh para ahli,” ujarnya. “Rekomendasinya bagi dokter anak yang secara penampilan atau statis mungkin tidak cocok dengan dokter anak yang sering kita kunjungi. Makanya kita pergi ke triches wisata. Seperti kata Gubernur, lebih penting dari segi kenyamanan dan keamanan.”

Pengerjaannya akan disesuaikan dengan SE Dirjen Perhubungan tentang spesifikasi penggunaan angkutan umum. Standar teknis terkait becak pedal dikatakan berpedoman pada SE Dirjen Angkutan Darat, khususnya terkait modifikasi powertrain.

Ni Made menambahkan, pihaknya akan memproduksi 50 becak listrik dan stasiun pengisian daya di Beskalan. Meski becak listrik bertenaga pedal sudah ada, Ni Made mengatakan becak konvensional masih bisa dibuat sendiri.

“Kami ingin tetap menjaga becak tersebut. Namun saat ini, ketika mereka melihat orang-orang tua mengendarainya, orang-orang menjadi ragu karena kasihan. Hal ini yang coba kami fasilitasi agar mereka tetap bisa mengemudikan becak tanpa merasa risih mengayuh, mengingat mengendarai becak itu penting bagi penumpang untuk mencari nafkah,” kata Ni Madeh. 

Sementara itu, Gubernur DIY Sri Sultan Khamenku Buwono Mengingat jalan kota DIY memiliki tanjakan dan perbedaan ketinggian, maka jika ditambah dengan dinamo sepeda setidaknya bisa mengurangi beban mengayuh dari pengendara yang mengayuh.

“Jadi kami ingin mengurangi bebannya, lebih mudah karena ada motor penggerak untuk membantu mengurangi beban, jadi kalau bisa muat semoga ada perubahan. Kalau sekarang mengayuh ke sana, saya berkeringat sekarang,” kata Sri Sultan usai meninjau bekaka. – Becak listrik berbagai desain di halaman Kompleks Kepatihan, Yogyakarta, 20 Maret 2023.

Sri Sultan mengatakan, becak yang lolos tim uji kelayakan kelistrikan masih ada beberapa entri untuk perbaikan. “Perlu diperbaiki karena perempuan bisa bermasalah dengan terlalu pendek (jarak antara area kaki dan selangkangan),” ujarnya saat itu.

“Kalau yang tinggi juga jadi masalah. Agak pendek, kelihatannya terlalu pendek, jadi kalau berhenti tiba-tiba khawatir, kalau tidak kencangkan sabuk pengaman bisa terjatuh,” lanjut Sri Sultan.

Kemudian ia berharap Dinas Perhubungan DIY segera memperbaiki becak listrik tersebut dan menghidupkannya tanpa membebani pengemudi beca. Sultan mengatakan keberadaan becak listrik merupakan upaya melestarikan becak dan gerbong sebagai kendaraan tradisional dengan sentuhan modern tanpa menghilangkan ciri khasnya.

“Yang terpenting jangan mempersulit masyarakat yang ingin menafkahi keluarganya,” tegasnya.

 

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Previous post Jurnalis AS Puji Gol Indah Witan Sulaeman ke Gawang Yordania: Proses Gol Cuma 15 Detik
Next post 403