Cofiring Biomassa Dinilai Jadi Quickwin Penurunan Emisi

Read Time:1 Minute, 18 Second

dianrakyat.co.id, JAKARTA – Direktur Biomassa (EPI) Energi Primer Indonesia (EPI) PLN Antonius Aris Sudjatmiko mengatakan, untuk mencapai target penurunan emisi NDC 2030 dan NZE 2060, diperlukan dampak cepat dari rangkaian program dengan biaya produksi yang kompetitif. . .

Biomassa cofiring PLTU merupakan salah satu manfaat paralel yang menanti penyiapan teknologi dan industri energi terbarukan lainnya, kata Aris, seperti dikutip Antara, Minggu (24/3/2024).

Program ini juga membuka lebih banyak lapangan kerja dan memiliki nilai menciptakan ekonomi hijau sirkular dengan melibatkan lebih banyak UMKM dibandingkan energi terbarukan lainnya.

Aris menjelaskan, kemampuan memanfaatkan bahan baku sudah muncul. Mulai dari berbagai jenis sampah pertanian, perkebunan, pertukangan, kehutanan, sampah, dan penggunaan lahan kering.

“Kapasitas ini sangat besar dan tersedia untuk kebutuhan minimal 10 juta ton biomassa, namun harus didukung dengan peraturan Kementerian Lembaga untuk sumber biomassa yang berkelanjutan dan berkelanjutan,” kata Aris.

Ia mencontohkan, PLN EPI berkolaborasi dengan Kesultanan Yogyakarta mengembangkan bidang green economy untuk mendukung NZE, ESG, dan SDGs. Kopi biomassa, kata dia, dalam hal ini memberikan porsi nilai terbesar bagi UMKM dan perusahaan lokal dalam penyediaan nutrisi dan pengolahan bahan baku biomassa.

“Lebih dari 85 persen biaya produksi berkisar pada UMKM dan usaha kecil lainnya yang mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar,” ujarnya.

Multiplier effect yang signifikan dalam pengembangan biomassa memerlukan dukungan dan kerja sama seluruh pemangku kepentingan dan elemen. Selain itu, perlu adanya standarisasi penghitungan karbon dari ekosistem biomassa dari hulu hingga hilir.

“Kita juga memerlukan dukungan Kementerian Keuangan untuk pengurangan PPN atas penyediaan biomassa, termasuk dukungan ekonomi bagi masyarakat, pemberian subsidi/kompensasi APBN dan skema pembiayaan bagi usaha mikro/kecil juga,” kata Aris. .

 

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Previous post 160 Tahun Lalu, Kamar Mayat di Paris Jadi Tempat Wisata
Next post