Deteksi Tanda Parkinson dengan Konsep TRAP, Begini Cara Mengetahuinya

Read Time:1 Minute, 42 Second

dianrakyat.co.id, JAKARTA – Ahli Saraf Rumah Sakit Pusat Otak Nasional Profesor Dr. Mahar Mardjun, dr Rizka Abonita, mengatakan konsep TRAP dapat digunakan untuk mendeteksi gejala penyakit Parkinson, suatu penyakit saraf.

TRAP adalah akronim dari beberapa kata. Mengenai kesehatan, beliau berkata: “T untuk tremor. Tremor artinya tremor yang tidak bisa kita kendalikan. Nah, tremor parkinson biasanya terjadi saat istirahat. Jadi, Anda tidak lagi aktif, cukup letakkan tangan Anda di bawah dan gemetar. ” Dia mengatakan tentang kesehatan. Pembicaraan Hari Parkinson Sedunia disiarkan pada Kamis (18/04/2024) dari channel YouTube rumah sakit di Jakarta.

Dia menjelaskan, tremor tidak hanya terjadi pada pasien Parkinson, tetapi merupakan gejala penyakit yang paling umum. Namun menurut Rizko, jalur penyebab penyakit Parkinson memiliki ciri khas tersendiri.

“Biasanya kalau penyakit parkinson, penyakitnya yang satu dulu, baru yang lain,” ujarnya.

Kalau R, kata dokter artinya kaku atau kaku, terutama pada persendian dan otot besar. Sedangkan A adalah akinesia atau bradikinesia, yaitu gerakan seseorang melambat.

Dokter mengatakan bahwa perlambatan pergerakan ini sering diabaikan pada pasien Parkinson, terutama pada orang lanjut usia, dimana orang menganggap hal tersebut normal pada orang dewasa. Padahal, kata dia, lambatnya pergerakan orang dewasa tidak boleh selambat pergerakan penyakit parkinson, sehingga harus lebih terkontrol.

“Dan terakhir ketidakstabilan kulit. Artinya ada kelainan kulit. Jadi kehilangan keseimbangan. Perasaan berjalan terus-menerus, ingin berjalan, terjatuh. Gampang jatuh.”

Ia menjelaskan, usia pasien Parkinson berkisar antara 40 hingga 70 tahun, dengan sebagian besar berusia 60an. Namun menurutnya, jika dilihat dari angkanya, penyakit ini bahkan bisa menyerang orang yang berusia di bawah 40 tahun.

Sebelum rambu-rambu motorik ini muncul, kata dia, biasanya mendahului rambu-rambu nonmotorik. “Sebenarnya berdasarkan penelitian, gejala non-motorik ini sebenarnya sudah muncul sejak 6 atau 8 tahun yang lalu. Hanya saja mereka tidak menyadarinya, tidak memahaminya. Itu gejala pertama, tanda lahir. Bingung. , “dia dikatakan.

Gangguan non gerak lainnya adalah gangguan tidur, gangguan kognitif, mood tidak stabil, sering marah, dan gangguan buang air besar, jelasnya. Ia mengatakan penyakit Parkinson disebabkan oleh berbagai hal, seperti kerusakan sel otak yang memproduksi dopamin, infeksi, konsumsi pestisida, dan obat-obatan tertentu, seperti antipsikotik.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Previous post Cara Ilmiah Mencukur Bulu Domba agar Tak Menimbulkan Rasa Sakit
Next post Berkah Ramadan, Indeks Kepercayaan Industri Maret 2024 Capai 53,05