Dokter: Berat Janin tak Bertambah Bisa Jadi karena Faktor Rahim Ibu

Read Time:1 Minute, 33 Second

dianrakyat.co.id, JAKARTA – Dokter umum yang juga Direktur Yayasan Wanita Sadar Vagina, Dr. Dhazmara Putra Ariyanto mengatakan berat janin yang tidak bertambah mungkin karena rahim ibu yang belum matang.

“Bulan berapa, usia kehamilan berapa, tapi berat badan bayi tidak kunjung bertambah, itu salah satu akibat dari rahim yang belum matang,” ujarnya dalam webinar yang diselenggarakan Pemberdayaan, Perlindungan Anak, dan Administrasi Publik DKI Jakarta. (PPAPP) layanan di Jakarta pada Rabu (1/5/2024).

Dazmara mengatakan, rahim wanita di bawah 19 atau 21 tahun belum cukup matang untuk menghasilkan janin sehingga membuat perkembangan bayi kurang ideal. “Rata-rata anak perempuan usia 10-12 tahun sudah bisa menjadi perempuan dan sel telurnya sudah matang. Tapi kalau sudah matang, belum ideal,” ujarnya.

Selain pada rahim, Dazmara juga mengatakan, kesehatan tubuh ibu seperti cukupnya zat besi, meski tanpa penyakit seperti anemia, bisa berdampak pada janin.

Misalnya, anemia defisiensi besi dikaitkan dengan sakit perut dan kematian. Selain itu, ibu yang terkena dampak sering mengalami kesulitan bernapas, sesak napas, kelelahan, gangguan jantung, dan insomnia.

Berdasarkan data Survei Kesehatan (Riskesdas) tahun 2018, 48,9 persen ibu hamil mengalami anemia dan 17,3 persen ibu hamil mengalami kekurangan energi kronis (KEK). Kemudian 28 persen ibu hamil berisiko mengalami bayi lahir mati yang bisa berakibat fatal.

Sementara itu, Kementerian Kesehatan telah mengimbau kehamilan muda, terutama pada kalangan muda, termasuk risiko kelahiran prematur, bayi berat lahir rendah (BBLR), dan perdarahan pasca melahirkan yang dapat berakibat fatal bagi ibu dan anak. Di sisi lain, kehamilan remaja juga dikaitkan dengan kehamilan yang tidak diinginkan dan aborsi yang tidak aman.

Direktur Bidang Perlindungan Masyarakat dan Keluarga (PPKB) Sudin Pemberdayaan, Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk (PPAPP) Jakarta Selatan, Maria Grazia Manurung menambahkan, kehamilan di usia muda, misalnya, seperti pada dua kasus layanan PPAPP sebelumnya. ulasannya, dapat mempengaruhi kehamilan.

“Kondisi ini bisa membuat ibu merasa tidak puas dalam merawat anaknya yang belum lahir,” ujarnya.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Previous post Ribuan Mobil Daihatsu Sesaki Bandung
Next post 12 PTN Luar Jawa Akreditasi Unggul, Referensi Daftar Jalur Mandiri 2024