Hal Mengerikan Terjadi kalau Semua Ikan di Lautan Hilang

Read Time:3 Minute, 9 Second

Jakarta – Selain ukurannya yang besar, lautan juga penuh dengan kehidupan, keanekaragaman tumbuhan, mikroba, cacing, karang, kepiting, cumi-cumi, paus bahkan ikan.

Lautan penuh dengan ikan, sehingga ikan merupakan karbon dengan jumlah terbesar kedua – bahan penyusun makhluk hidup – di seluruh dunia hewan. Mereka berada di belakang kelompok yang terdiri dari serangga dan krustasea.

Kebanyakan orang hanya berinteraksi dengan laut dari pantai atau di atas perahu, sehingga sulit membayangkan berapa banyak ikan yang sebenarnya ada di luar sana. Namun lautan penuh dengan ikan, dari permukaan hingga kedalaman.

Ikan-ikan ini juga tersedia dalam berbagai bentuk dan ukuran, mulai dari sarden kecil, guppy, dan blennies yang mungkin Anda lihat di terumbu karang hingga tuna besar dan hiu paus yang mungkin Anda temukan di lautan terbuka.

Ikan ini memiliki banyak peran dalam ekosistemnya yang menunjang kehidupan organisme lain di sekitarnya. Jika suatu saat mereka menghilang, lautan akan terlihat sangat berbeda. Ikan sebagai Makanan

Laporan Science Alert, Selasa 16 Januari 2024, ikan berperan penting sebagai predator dan mangsa dalam ekosistem laut. Ribuan spesies di ekosistem laut dan darat bergantung pada ikan sebagai makanannya, termasuk manusia.

Di ekosistem karang, ikan-ikan kecil dimakan oleh ikan-ikan besar dan hewan laut lainnya. Artinya, ikan kecil membentuk dasar jaring makanan – menyediakan energi bagi ikan besar dan makhluk lainnya.

Bahkan tumbuhan darat pun bisa mendapatkan manfaat dari kehadiran ikan. Di pantai barat Amerika Serikat, salmon yang kembali ke sungai kecil setelah menghabiskan bertahun-tahun di laut bertindak sebagai pembawa nutrisi.

Salmon tidak hanya memberi makan hewan yang menangkapnya, seperti beruang, tetapi juga tanaman yang berada di tepi sungai. Penelitian menunjukkan bahwa beberapa tanaman menerima 70% nitrogennya dari salmon yang mati di atau dekat tepi sungai.

Manusia juga bergantung pada ikan sebagai sumber makanannya. Ikan dan makanan laut lainnya merupakan sumber protein penting bagi hampir 3 miliar orang. Populasi manusia telah memakan dan mengikuti ikan di seluruh dunia selama ribuan tahun

Ikan juga lebih dari sekedar makanan. Saat ikan mencari makan, mereka dapat menciptakan dan memelihara habitat penting bagi organisme lain. Di ekosistem karang, ikan herbivora mengendalikan pertumbuhan alga dengan terus menerus memakannya.

Tanpa bantuan herbivora, atau ikan yang memakan tanaman tersebut, alga akan tumbuh dengan cepat dan membuat karang mati lemas, sehingga secara efektif membunuhnya.

Salah satu jenis ikan herbivora, yaitu ikan kakatua, memakan karang secara langsung. Pada awalnya, hal ini mungkin tampak buruk bagi karang, namun penggembalaan ikan kakatua sebenarnya dapat meningkatkan pertumbuhan koloni karang.

Bahkan tumbuhan darat pun bisa mendapatkan manfaat dari kehadiran ikan. Di pantai barat Amerika Serikat, salmon yang kembali ke sungai kecil setelah menghabiskan bertahun-tahun di laut bertindak sebagai pembawa nutrisi.

Salmon tidak hanya memberi makan hewan yang menangkapnya, seperti beruang, tetapi juga tanaman yang berada di tepi sungai. Penelitian telah menunjukkan bahwa beberapa tanaman menerima hingga 70% nitrogennya dari salmon yang mati di atau dekat tepi sungai.

Manusia juga bergantung pada ikan sebagai sumber makanannya. Ikan dan makanan laut lainnya merupakan sumber protein penting bagi hampir 3 miliar orang. Populasi manusia telah memakan dan mengikuti ikan di seluruh dunia selama ribuan tahun.

Selain itu, ikan menciptakan habitat bagi hewan lain dan mempengaruhi lingkungannya dengan memindahkan pasir saat mencari makanan. Dengan menggerakkan pasir, hal ini memperlihatkan organisme kecil yang tersembunyi di pasir yang dapat dimakan hewan lain.

Meskipun banyak jenis ikan yang terbatas di lautan, keberadaannya dapat dirasakan di banyak habitat. Mereka dapat secara langsung dan tidak langsung mempengaruhi kehidupan organisme yang bergantung padanya untuk mendapatkan makanan dan tempat tinggal.

Tanpa ikan, bumi secara bertahap akan kehilangan pantai pasir putihnya yang indah, ekosistem terumbu karang akan ditumbuhi alga, banyak orang tidak mempunyai makanan untuk dimakan, dan kita akan kehilangan beberapa makhluk paling menarik di planet ini. RI menjadi eksportir ikan hias terbesar kedua di dunia Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengungkapkan potensi bisnis ikan hias di Indonesia ke depan sangat besar. dianrakyat.co.id.co.id 6 Juni 2024

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Previous post Pembangunan Training Center Timnas Indonesia di IKN Segera Rampung, FIFA Beri Pujian
Next post GIIAS 2024 Bakal Tampil Berbeda Dibandingkan Tahun Sebelumnya