Indofood CBP Kantongi Laba Rp 6,99 Triliun pada 2023

Read Time:4 Minute, 38 Second

dianrakyat.co.id, Jakarta – PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) mencatatkan kinerja keuangan positif di tahun 2023. Perusahaan mencatatkan pertumbuhan pendapatan dan laba hingga tahun 2023.

PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) mencatatkan penjualan bersih sebesar Rp 67,9 triliun pada 2023, mengutip laporan keuangan yang disampaikan ke Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa (26 Maret 2024). Penjualan perusahaan tumbuh sekitar 5%. Naik dari Rp64,8 triliun pada tahun 2022 menjadi Rp67,91 triliun pada tahun 2023.

Nilai barang terjual pada tahun 2023 tercatat sebesar Rp 42,78 triliun, turun 0,51% dibandingkan tahun 2022 sebesar Rp 43 triliun. Dengan demikian, laba kotor meningkat 15,29% dari Rp 21,79 triliun pada tahun 2022 menjadi Rp 25,12 triliun pada tahun 2023.

Perseroan mencatatkan beban pokok penjualan sebesar Rp6,99 triliun pada tahun 2022 menjadi Rp7,53 triliun pada tahun 2023. Beban umum dan administrasi meningkat dari Rp 2,38 triliun pada tahun 2022 menjadi Rp 2,81 triliun pada tahun 2023.

Selain itu, laba usaha meningkat sebesar 7,54% dari Rp 13,37 triliun pada tahun 2022 menjadi Rp 14,38 triliun pada tahun 2023. Margin usaha meningkat dari 20,6% menjadi 21,2%

Laba inti yang mencerminkan kinerja operasional perusahaan di luar transaksi berjalan dan selisih nilai tukar naik 27% menjadi Rp 9,27 triliun pada tahun 2023 dari Rp 7,31 triliun pada tahun 2022. Sedangkan laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk meningkat 52,38% dari Rp4,58 triliun pada tahun 2022 menjadi Rp6,99 triliun pada tahun 2023.

Dengan demikian, laba per saham dasar yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk akan menjadi Rp599 pada tahun 2023, naik dari Rp393 pada tahun 2022.

Total modal ekuitas akan meningkat dari Rp 57,47 triliun pada tahun 2022 menjadi Rp 62,1 triliun pada tahun 2023. Utang akan turun dari Rp57,8 triliun pada tahun 2022 menjadi Rp57,8 triliun pada tahun 2023. Aset perseroan tumbuh dari Rp 115,3 triliun pada tahun 2022 menjadi Rp 119,26 triliun pada tahun 2023. Perseroan akan memiliki cadangan kas sebesar Rp 19,35 triliun pada tahun 2023.

“Di tengah berbagai tantangan global dan lemahnya daya beli kelompok berpenghasilan rendah, ICBP berhasil beradaptasi dengan dinamika pasar untuk menghasilkan pertumbuhan penjualan dan profitabilitas,” kata Presiden dan CEO. Antony Salim, Direktur ICBP.

Antony mengatakan, perekonomian Indonesia ke depan akan terus kuat. Hal ini mendukung rencana ICBP untuk meningkatkan pendapatan dan menyeimbangkan keuntungan serta menjaga keseimbangan keuangan yang kuat. “Di luar itu, kami akan mencermati perkembangan situasi makro global sehingga kami dapat menyesuaikan strategi agar selaras dengan situasi saat ini,” ujarnya.

Pada penutupan perdagangan Senin 25 Maret 2024, harga saham ICBP menguat 0,67% ke Rp 11.200 per saham. Saham ICBP dibuka datar di Rp 11.125 per saham. Saham ICBP sempat tertinggi Rp 11.300 per saham dan terendah Rp 11.025 per saham. Jumlah transaksi sebanyak 2.797 dan volume perdagangan sebanyak 72.008 lembar saham. Nilai transaksinya Rp 80,5 miliar.

Sebelumnya, PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) mencatatkan kinerja positif pada semester I 2023 yang dibuktikan dengan pertumbuhan pendapatan dan laba.

Mengutip laporan keuangan yang disampaikan ke Bursa Efek Indonesia (BEI), PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) mencatatkan penjualan bersih sebesar Rp 34,47 triliun pada semester I 2023. Penjualannya Rp 32,59, naik 5,28% YoY jo jo

Pada semester I 2023, beban pokok penjualan tercatat sebesar Rp 21,94 triliun. Beban pokok penjualan naik 1,09% year-on-year menjadi Rp 22,19 triliun. Jadi, total laba semester I 2023 sebesar Rp 12,53 triliun. Laba kotor meningkat sebesar 20,46%. Pada periode yang sama tahun lalu, perseroan mencatatkan laba kotor sebesar Rp 10,4 triliun.

Perseroan mencatatkan beban umum dan administrasi sebesar Rp1,28 triliun pada semester I 2023, naik dari Rp1,18 triliun pada periode yang sama tahun lalu. Beban usaha meningkat menjadi Rp 694,22 juta pada semester I 2023 dari Rp 157,45 miliar pada periode yang sama tahun lalu. Beban penjualan dan distribusi sedikit menurun menjadi Rp3,71 triliun.

Perseroan mencatatkan rekor kenaikan laba usaha sebesar 20,7% pada semester I 2023 menjadi Rp 7,9 triliun dari Rp 5,87 triliun pada periode yang sama tahun lalu.

Mengutip keterangan tertulis perseroan, margin laba usaha tetap sehat di angka 20,6%. Laba inti, yang mencerminkan kinerja operasional, naik 54% menjadi Rp 4,68 triliun dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Melihat situasi tersebut, PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk mencatatkan laba periode berjalan yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp5,72 triliun pada semester I 2023, meningkat 196,60% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Rp 1,93 triliun.

Melihat kondisi tersebut, perseroan membukukan laba per saham dasar yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk meningkat menjadi Rp 166 per saham sejak semester I 2022 hingga semester I 2023.

Total modal sendiri tercatat sebesar Rp57,47 triliun dan Rp60,83 triliun masing-masing pada Desember 2022 dan 30 Juni 2023. Total utang perseroan meningkat dari Rp57,8 triliun pada Desember 2022 menjadi Rp59,9 triliun per 30 Juni 2023. Aset perseroan sebesar Rp 119,9 triliun dan Rp 115,3 triliun sejak Desember 2022 hingga semester I 2023. Perseroan memiliki kas dan setara kas sebesar Rp 17,03 triliun per 30 Juni 2023.

“Kami terpacu dengan kinerja keuangan yang dicapai pada paruh pertama tahun 2023. Kami akan tetap waspada dan terus mengevaluasi serta menyesuaikan strategi dan tindakan kami untuk menghasilkan kinerja berkelanjutan dalam menghadapi ketidakpastian perekonomian global dan kondisi pasar yang sehat secara finansial,” kata Antony Salim, Presiden dan CEO Indofood CBP Sukses Makmur.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Previous post 403
Next post Pertamina Bakal Cabut Izin SPBU Buntut Pom Bensin Curangi Meteran