Melawan Candu Gadget dengan Permainan Tradisional

Read Time:3 Minute, 0 Second

dianrakyat.co.id – Gadget smartphone sudah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan kita sehari-hari. Mereka memberikan akses tak terbatas terhadap informasi, hiburan dan komunikasi. Meskipun ponsel pintar menawarkan manfaat yang pasti, terutama bagi orang dewasa, ponsel juga menimbulkan sejumlah risiko besar bagi anak-anak.

Anak yang terlalu sering menggunakan smartphone bisa menjadi kecanduan. Kecanduan smartphone dapat mengganggu keseimbangan waktu, tidur, dan aktivitas fisik anak. Selain itu, terlalu banyak screen time dapat memicu gangguan mental seperti kecemasan dan depresi.

Ponsel pintar juga menyediakan akses ke Internet, sehingga anak-anak dapat dengan mudah mengakses konten yang tidak pantas dan berbahaya. Meskipun terdapat berbagai filter dan kontrol orang tua, tidak ada cara yang sepenuhnya melindungi anak-anak dari konten berbahaya.

Selain itu, anak-anak yang belum cukup dewasa dalam menggunakan teknologi sering kali menjadi sasaran pelecehan, penipuan, atau penipuan online. Karena kurangnya pengalaman, mereka mungkin tergoda untuk membagikan informasi pribadi atau mengambil risiko.

Dan yang tak kalah pentingnya, penggunaan ponsel pintar secara berlebihan dapat menghambat perkembangan keterampilan sosial anak. Mereka mungkin lebih suka berinteraksi dengan layar dibandingkan bertatap muka dengan teman atau keluarga.

Selain itu, anak-anak yang terlalu banyak menggunakan ponsel pintar cenderung menghabiskan lebih sedikit waktu untuk melakukan aktivitas fisik. Hal ini dapat menyebabkan masalah kesehatan seperti obesitas dan masalah postur tubuh. Anak-anak juga seringkali belum memahami pentingnya privasi online. Mereka mungkin berbagi informasi pribadi atau foto yang seharusnya tidak tersedia bagi mereka, yang nantinya dapat menimbulkan masalah serius.

Cahaya biru dari layar ponsel pintar dapat mengganggu ritme tidur alami anak. Hal ini dapat menyebabkan masalah tidur, ketidakmampuan untuk tidur malam yang nyenyak, dan berdampak negatif pada konsentrasi dan kinerja sekolah. Penggunaan ponsel pintar secara berlebihan juga dapat mengalihkan perhatian anak dari pelajarannya. Mereka mungkin terlalu terlibat dalam permainan atau media sosial, yang dapat mempengaruhi kinerja akademik mereka. Kampung Lali Gadget

Menghadapi ancaman kecanduan anak terhadap aplikasi, Achmad Irfandi, pemuda asal Desa Pagerngumbuk, Kecamatan Wonoayu, Kabupaten Sidoarjo, pada tahun 2018. 1 April meluncurkan program bernama Kampung Lali Gadget (KLG).

Motivasi yang kuat untuk bisnis ini adalah keprihatinan pribadinya terhadap potensi bahaya kecanduan gawai pada anak-anak. Meski belum ada laporan kasus serupa di desanya, Irfandi memutuskan untuk proaktif dan mencegah potensi bahaya tersebut masuk ke lingkungan tempat tinggalnya.

Program KLG berfokus pada upaya pelestarian budaya dengan mempromosikan permainan tradisional sebagai alternatif efektif untuk mengalihkan perhatian anak-anak dari gadget. Melalui implementasinya, Irfandi mampu merekrut banyak generasi muda dari Desa Pagerngumbuk dan sekitarnya untuk mengikuti upaya pemberdayaan masyarakat. Dalam program ini, mereka memainkan peran kunci sebagai perencana, fasilitator pendidikan, dan mentor.

Kegiatan yang dilakukan dalam program KLG meliputi berbagai aspek seperti pendidikan budaya, pelestarian kearifan lokal, olah raga, pemahaman satwa, penyajian permainan tradisional. Aplikasi ini tidak hanya mengurangi ketergantungan anak-anak terhadap gawai, namun juga berperan penting dalam mengajarkan mereka tentang warisan budaya dan nilai-nilai lokal yang berharga.

Irfandi bermimpi program ini bisa tumbuh dan berkembang menjadi desa wisata atau tempat edukasi bagi para orang tua yang ingin menyelamatkan anaknya dari kecanduan aplikasi.

Tim KLG berharap masalah kecanduan aplikasi dapat menjadi perhatian utama nasional, mendorong semua orang untuk berkontribusi mengurangi dampak negatif dari kecanduan teknologi. Program KLG merupakan langkah konkrit yang menginspirasi perubahan positif di lingkungan lokal dan dapat menjadi model bagi inisiatif serupa di seluruh negeri.

Atas gerakan inspiratif Penggerak Pelestarian Budaya Gadget Kampung Lali, Achmad Irfandi bersama sejumlah tokoh inspiratif lainnya di tahun 2021. meraih penghargaan SATU Indonesia. Baca artikel edukasi menarik lainnya di link ini. Solusi zonasi PPDB di Tangerang melalui sekolah gratis, Pemkot hentikan subsidi jika ada biaya Pemkot Tangerang telah melakukan beberapa upaya untuk mengatasi masalah pendaftaran peserta didik baru (PPDB) melalui sistem zonasi. dianrakyat.co.id.co.id 2024 7 Juni

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Previous post Lip Tie Adalah Potongan Kulit di Bawah Bibir Bayi, Ketahui Penyebab dan Cara Mengatasinya
Next post 403