Nadiem: Kemendikbud Tetap Membantu dalam Implementasi Kurikulum Merdeka

Read Time:2 Minute, 45 Second

dianrakyat.co.id, JAKARTA – Pendidikan; budaya Menteri Riset dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Anwar Makarim mengatakan penerapan kurikulum mandiri dapat memperkuat partisipasi dan kerja sama seluruh pihak yang berkepentingan. Hal ini juga melibatkan masyarakat dalam penyelenggaraan pembelajaran yang berkualitas bagi seluruh anak Indonesia.

“Ini merupakan upaya untuk menjawab tantangan masa kini dan permasalahan terkini seperti perubahan iklim, literasi keuangan, literasi digital, literasi kesehatan dan pentingnya sastra untuk memperdalam kemampuan literasi siswa,” kata Nadiem saat konferensi pers, Sabtu (Sabtu). . 30/3/2024).

Dikatakannya, kurikulum mandiri merupakan kebijakan yang mengubah paradigma dalam penyelenggaraan pengajaran yang berkualitas. Menurut dia, pihaknya mengetahui adanya tantangan di beberapa bidang. Meski demikian, Kemendikbud terus memberikan berbagai kontribusi dari waktu ke waktu untuk mendukung penerapan kurikulum mandiri.

Untuk membantu guru, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menyediakan buku, buku pelajaran, contoh kurikulum sekolah; Mereka meluncurkan Platform Merdeka Mengajar (PMM), yang menyediakan berbagai perangkat pembelajaran, termasuk model dan perangkat penilaian kelas.

“PMM mendukung sekolah untuk membentuk komunitas pembelajaran luring dan daring, menghubungkan sekolah dengan sumber daya yang memungkinkan mereka mempelajari praktik baik dari sekolah lain,” ujarnya.

Kemudian Program Penggerak Guru (PGP); Penggerak Sekolah (SP) dan Sekolah Kejuruan Unggulan (PK) melatih guru dan kepala sekolah untuk menerapkan praktik baik dalam kurikulum mandiri. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menginformasikan kepada para guru, guru PJOK bahasa Inggris, berbagai pelatihan yang lebih spesifik juga diberikan, termasuk guru PAUD dan guru pendidikan inklusif.

Nadiem mengatakan Kurikulum Merdeka mampu mentransformasikan pembelajaran tidak hanya di perkotaan dan sekolah, namun juga di sekolah-sekolah yang memiliki fasilitas memadai di seluruh Indonesia, termasuk di daerah tertinggal. Untuk mendukung hal tersebut, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan meluncurkan Cloud Mobilization.

“Untuk memudahkan guru di daerah yang tidak memiliki koneksi internet stabil untuk mengakses perangkat pembelajaran offline dan modul pelatihan PMM,” jelasnya.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mengumpulkan dan mendistribusikan lebih dari 15 juta buku bergradasi menarik kepada lebih dari 5.900 PAUD dan 14.500 sekolah dasar di daerah tertinggal, disertai dengan pelatihan pengelolaan dan pemanfaatan buku tersebut. Dalam pembelajaran.

Selanjutnya PGP beroperasi dari kelas 1 hingga 9 dengan melibatkan 1.792 guru bidang khusus/intensif/3T di 502 kabupaten/kota di 38 provinsi di Indonesia.

Untuk meringankan beban guru, dokumen yang harus disiapkan hanyalah Kurikulum dan Rencana Operasional Instruksional (RPP) satuan akademik. Kedua dokumen tersebut dapat dengan mudah dibuat.

“RPP hanya boleh satu halaman sesuai Peraturan Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 16 Tahun 2022 tentang Standar Proses. Tidak ada kewajiban membuat model pembelajaran yang rumit ketika menerapkan kurikulum mandiri,” jelasnya.

Guru tidak harus memulai dari awal ketika mengembangkan bahan ajar. kurikulum sekolah; rencana pelajaran; Pembelajaran dan penilaian tersedia di PMM dan dapat digunakan langsung atau diadaptasi oleh guru. Guru dapat mempelajari cara menyusun dokumen pembelajaran kurikulum mandiri pada Panduan Pengajaran dan Penilaian di website resmi Kemendikbudristek.

“Dalam PMM, modul pembelajaran disediakan agar guru dapat belajar sesuai dengan kebutuhannya. Tidak ada kewajiban untuk melakukan modul pelatihan sebanyak-banyaknya. Oleh karena itu, yang lebih penting lagi, guru hendaknya menggunakan materi yang dipelajarinya untuk merefleksikan dan meningkatkan pengajarannya. praktiknya,” katanya.

Permendikbudristek Nomor 12 Tahun 2024 oleh Nadiem tentang Kurikulum Pendidikan Anak Usia Dini; Nadiem mengatakan, jenjang pendidikan dasar dan jenjang pendidikan menengah sudah pasti searah dengan kebijakan pendidikan di Indonesia.

Penerapan Kurikulum Merdeka dilaksanakan secara nasional hingga tahun ajaran 2026/2027 dan khususnya untuk daerah 3T hingga tahun ajaran 2027/2028 untuk memberikan peluang fleksibilitas bagi satuan akademik.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Previous post PHRI Bali Sebut Hotel Berpotensi Sesuaikan Tarif Jika PPN 12 Persen
Next post Ini Pentingnya Spooring Ban Mobil sebelum Dipakai Mudik