Pilot dan Copilot Batik Air Tertidur 28 Menit saat Terbang ke Jakarta, KNKT Lakukan Investigasi

Read Time:2 Minute, 14 Second

dianrakyat.co.id, Jakarta – Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) menyelidiki kasus dua awak Batik Air yang tertidur bersamaan saat terbang menuju Jakarta. Kedua awak kapal tersebut adalah pilot dan pilot atau first officer.

Saat peluncuran FlightGlobal, Jumat (8/3/2024), KNKT mengklasifikasikan kejadian yang terjadi pada 25 Januari 2024 itu sebagai kesalahan besar yang menyebabkan banyak kesalahan navigasi.

Penyidik ​​KNKT menyatakan, dua anggota tim sepak bola Batik Air yang diperiksanya merupakan pilot berusia 22 tahun dan seorang pilot berusia 28 tahun. Keduanya mengoperasikan pesawat Airbus A320 dengan nomor penerbangan ID6723 dari Kendari menuju Jakarta.

Sesuai jadwal Batik Air Indonesia, penerbangan ini memakan waktu 2 jam 35 menit.

Tanggal kejadian adalah saat pesawat mencapai ketinggian sekitar pukul 08.37 waktu setempat. Kedua awak Batik Air melepas headphone mereka dan pilot bertanya kepada pilot apakah dia bisa tidur. Co-pilot juga diperbolehkan.

Pilot mengambil alih sebagai pilot dan terbang selama 40 menit berikutnya sebelum rekannya bangun dan bertanya apakah pilot ingin istirahat. Namun, produsen menolak tawaran tersebut dan melanjutkan operasinya.

Sekitar pukul 08.43 WIB, pilot yang masih menerbangkan pesawat melakukan kontak pertama dengan pengatur lalu lintas udara Jakarta dan diperintahkan ke lapangan KURUS yang terletak di timur laut bandara.

Airbus A320 saat itu sedang terbang dengan arah 250° dan berada di sebelah timur landasan pacu. Kopilot tertidur

Sekitar 1 menit setelah kontak dengan Jakarta, pesawat luar angkasa itu tiba-tiba terbakar.

Pusat Kontrol Regional Jakarta menanyakan kepada awak Batik Air berapa lama A320 harus terbang pada rute saat ini, namun tidak mendapat tanggapan. Berbagai upaya dilakukan untuk menghubungi pihak maskapai, termasuk meminta pilot lain untuk menelepon awak Batik Air.

KNKT menyebutkan dibutuhkan waktu sekitar 28 menit setelah pengemudi tertidur. Pilot akhirnya bangun dan menyadari bahwa pesawatnya keluar jalur.

Dia membangunkan rekannya dan menjawab panggilan dari pusat kendali regional di Jakarta, mengatakan bahwa mereka mengalami masalah dengan komunikasi radio sebagai alasan kurangnya respons.

 

Pesawat Batik Air mendarat dengan selamat di Jakarta. Tidak ada kerusakan pada pesawat atau cedera pada penumpang.

Setelah diselidiki, penyidik ​​KNKT tidak menemukan adanya masalah pada sistem komunikasi pesawat. “Tidak ada catatan atau laporan kerusakan sistem pesawat sebelum penerbangan. “Setelah kejadian tersebut, sistem komunikasi radio pesawat ditemukan dalam kondisi normal,” kata penyelidik.

Menurut KNKT, pilot dan pengendali melakukan penerbangan Jakarta-Kendari pada pagi yang sama. Penerbangan akan berangkat pada pukul 02:55 waktu setempat dan awak pesawat harus melakukan check-in pada pukul 01:25.

KNKT mencatat, pilot memberi tahu pilot bahwa dia kurang istirahat pada malam sebelumnya. Karyawan pertama adalah orang tua baru, dengan sepasang bayi berusia satu bulan.

Meski seharusnya malam sebelumnya terbang ke Kendari, ia berusaha untuk tidur lebih awal, namun ia harus bangun beberapa kali untuk membantu istrinya merawat bayinya, dan ia merasa kurang tidur.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Previous post Anak Sedang Terkena Campak Tak Dianjurkan Imunisasi, Masih Perlu Vaksinasi Jika Sudah Sembuh?
Next post Rekomendasi 10 Game Seru untuk Teman Perjalanan Arus Balik Lebaran 2024