Ribuan SUV Mercedes-Benz Dipaksa ke Bengkel karena Berpotensi Kebakaran

Read Time:1 Minute, 13 Second

Jakarta, 15 April 2024 – Mercedes-Benz telah mengeluarkan penarikan resmi untuk SUV GLE dan GLS. Sekitar 7.429 unit telah ditarik kembali, dan penarikan tersebut disebabkan adanya kerusakan pada rangkaian kabel 48 volt yang dapat menyebabkan kebakaran.

Seperti dikutip dianrakyat.co.id Otomotif dari Drive, Senin 15 April 2024, kendaraan yang terdampak adalah model 2019-2022. Pemberitahuan penarikan telah diserahkan ke departemen infrastruktur setempat.

“Karena masalah produksi, mur berulir yang menahan rangkaian kabel 48 volt di bawah jok pengemudi bisa menjadi longgar. Jika ini terjadi, hambatan listrik di dalam rangkaian kabel bisa melebihi normal, yang akan mengakibatkan kebakaran kendaraan,” kata petugas tersebut. departemen infrastruktur.

Pabrikan Jerman tersebut mengatakan bahwa kebakaran kendaraan meningkatkan risiko kecelakaan, menyebabkan cedera serius atau kematian dan/atau kerusakan harta benda pada penumpang, pengguna jalan lain, dan orang di sekitar.

“Pelanggan yang terkena dampak telah diberitahu tentang kampanye penarikan ini,” kata juru bicara Mercedes-Benz Australia.

Para pejabat juga merilis daftar lengkap nomor identifikasi kendaraan untuk 7.429 kendaraan yang terlibat dalam penarikan tersebut. Mercedes-Benz menyarankan pemilik kendaraan yang terkena dampak untuk segera menghubungi dealer resmi Mercedes-Benz.

Perbaikan ini gratis. Pemilik kendaraan yang terdaftar juga dapat menghubungi nomor saluran bantuan pelanggan Mercedes-Benz. 

Sebelumnya pada bulan Maret, Mercedes-Benz menarik kembali 116.000 SUV GLE dan GLS dari model tahun 2020 hingga 2024 karena masalah kelistrikan yang dapat menyebabkan kebakaran di bawah kursi penumpang. Dua Mobil Listrik Zeekr Akan Diluncurkan di Indonesia pada Q4 2024 dianrakyat.co.id.co.id 6 Juni 2024

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Previous post Ancaman Nyata AI, Bisa Menipu Manusia
Next post Rutinitas Menabung Masyarakat Meningkat 70 Persen dari Tahun Sebelumnya