Selamat Tinggal Ompong, Ilmuwan Temukan Obat Penumbuh Gigi

Read Time:2 Minute, 1 Second

JAKARTA – Masalah gigi ompong ke depan akan teratasi. Hal ini setelah para ilmuwan menemukan obat yang membuat gigi tumbuh. Setelah pengujian pada hewan berhasil, obat ini kemudian akan diberikan kepada manusia.

Uji coba obat tumbuh gigi pada manusia akan dimulai dalam beberapa bulan ke depan. Hal ini akan membuka jalan bagi obat tersebut untuk dikomersialkan pada tahun 2030.

Uji coba akan dilakukan antara bulan September dan Agustus 2025 di Rumah Sakit Universitas Kyoto dengan melibatkan 30 pria berusia 30-64 tahun yang kehilangan setidaknya satu gigi geraham. Efektivitas pengobatan intravena akan diuji pada gigi manusia, berhasil menumbuhkan gigi baru tanpa efek samping yang signifikan pada model tikus dan musang.

“Kami ingin melakukan sesuatu untuk membantu mereka yang menderita kehilangan atau kehilangan gigi,” kata ketua peneliti Katsu Takahashi, kepala kedokteran gigi dan bedah mulut di Rumah Sakit Kitano, New Atlas melaporkan.

“Meskipun hingga saat ini belum ada pengobatan yang memberikan perbaikan permanen, kami merasa ekspektasi masyarakat terhadap pertumbuhan gigi sangatlah tinggi.”

Setelah fase pertama yang berlangsung selama 11 bulan ini, para peneliti akan menguji obat tersebut pada pasien berusia 2-7 tahun yang kehilangan setidaknya empat gigi karena kehilangan gigi bawaan, yang diperkirakan mempengaruhi 1% orang. Tim sedang merekrut untuk uji coba fase IIa ini.

Para peneliti selanjutnya ingin memperluas uji coba pada orang-orang dengan gigi palsu sebagian atau orang-orang yang kehilangan satu hingga lima gigi permanen karena faktor lingkungan. Angka kejadiannya bervariasi dari satu negara ke negara lain, namun diperkirakan sekitar 5% orang Amerika kehilangan gigi, dan lebih sering terjadi pada orang lanjut usia.

Obat itu sendiri menonaktifkan protein gen-1 (USAG-1) terkait sensitisasi uterus, yang menghambat pertumbuhan gigi. Seperti dilaporkan pada tahun 2023, memblokir interaksi USAG-1 dengan protein lain merangsang sinyal protein morfogenetik tulang (BMP), yang merangsang pembentukan tulang baru. Hal ini menyebabkan munculnya gigi baru di mulut tikus dan musang, yang spesiesnya memiliki karakteristik hampir sama dengan USAG-1.

“Protein USAG-1 memiliki homologi asam amino yang tinggi sebesar 97% antara spesies hewan yang berbeda, termasuk manusia, tikus, dan anjing pemburu,” kata para peneliti. Namun belum ada kabar tentang uji coba anjing pemburu.

Takahashi, seorang ahli biologi molekuler dan dokter gigi, telah melakukan restorasi gigi sejak tahun 2005 dan berharap perawatan ini tersedia tidak hanya untuk penyakit gigi bawaan, namun juga bagi siapa saja yang mengalami kehilangan gigi pada usia berapa pun. Jika berhasil, perawatan ini dapat ditawarkan kepada pasien yang kehilangan gigi permanennya dalam waktu enam tahun.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Previous post Moody Itu Apa? Pahami Penyebab, Cara Mengatasi, dan Bedanya dengan Gangguan Mood
Next post Mudik Lebaran 2024, Menhub Sebut 3 Jalur Ini Menantang untuk Ditangani