Apa Itu Cloud Seeding yang Diduga Jadi Penyebab Banjir di Dubai?

Read Time:2 Minute, 29 Second

dianrakyat.co.id, JAKARTA — Badai ekstrem dan hujan lebat pada Senin (15/4/2024) malam menyebabkan banjir di beberapa wilayah Dubai. Sebagian masyarakat meyakini hujan deras ini terjadi karena pengaruh aktivitas penyemaian awan. Apa?

Penyemaian awan adalah teknik yang cukup umum dilakukan di Uni Emirat Arab (UEA). Penyemaian awan ini bertujuan untuk meningkatkan curah hujan di wilayah tersebut.

Menurut Desert Research Institute, penyemaian awan dilakukan dengan menempatkan partikel kecil yang disebut inti atom di atmosfer yang menempel pada awan. Proses ini dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu menggunakan generator dari darat atau mengerahkan inti dari pesawat.

Inti-inti ini berfungsi sebagai dasar pembentukan kepingan salju. Oleh karena itu, setelah penyemaian awan, kepingan salju akan lebih cepat terbentuk dan jatuh dari awan ke permukaan bumi.

Di negara-negara Timur Tengah seperti Uni Emirat Arab, penyemaian awan tidak mempercepat pembentukan salju, namun justru meningkatkan curah hujan. Seperti diketahui, Uni Emirat Arab memiliki curah hujan yang sangat sedikit karena dipengaruhi oleh iklim gurun yang kering. Curah hujan di UEA biasanya berkisar antara 140 dan 200 mm per tahun.

Namun, hingga Selasa (16/4/2024) akhir, Dubai yang merupakan salah satu kota di Uni Emirat Arab mendapat curah hujan lebih dari 142 mm dalam 24 jam, lapor AP News. Faktanya, beberapa wilayah di UEA mencatat curah hujan lebih dari 250 mm dalam waktu kurang dari 24 jam, menurut pernyataan resmi dari kantor media pemerintah UEA.

“Ini peristiwa cuaca bersejarah. (Curah hujan) jauh lebih besar dibandingkan data yang didokumentasikan sejak 1949,” kata kantor berita WAMA.

Situasi ekstrem inilah yang membuat sebagian orang meyakini aktivitas penyemaian awan berperan dalam terjadinya hujan lebat dan badai di UEA. Namun, para ilmuwan iklim percaya bahwa peningkatan hujan lebat dan badai disebabkan oleh perubahan iklim.

“Apakah penyemaian awan berperan? Kemungkinan besar tidak. Tapi bagaimana dengan perubahan iklim? Mungkin memang demikian,” jawab ilmuwan iklim Universitas California Daniel Swain, dilansir CBS News, Jumat (19/4/2024).

Perubahan iklim saat ini menyebabkan suhu udara terus meningkat dan memecahkan rekor panas terkini. Bahkan, tahun 2023 tercatat sebagai tahun terpanas sepanjang sejarah dunia.

Menurut para peneliti, suhu yang lebih hangat dapat meningkatkan penguapan. Peningkatan penguapan ini dapat menyebabkan badai yang lebih sering dan hebat, seperti yang terjadi di Dubai dan UEA secara umum.

Ilmuwan senior Columbia Climate School Andrew Kruczkiewicz juga mengatakan tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa penyemaian awan memicu badai ekstrem di UEA. Pernyataan ini semakin diperkuat dengan komentar ahli meteorologi Ryan Maue kepada Associated Press.

“Ini jelas bukan karena penyemaian awan,” kata Maue.

Maue menekankan benih awan tidak bisa memicu badai ekstrem seperti di Uni Emirat Arab. Selain itu, manusia saat ini belum mempunyai kemampuan untuk mengendalikan curah hujan secara individu.

“Jika kita bisa melakukan hal itu, saya pikir kita akan mampu memecahkan masalah yang jauh lebih kompleks dibandingkan menciptakan hujan lebat di Dubai,” kata Maue.

Di sisi lain, Desert Research Institute menyatakan bahwa efektivitas penyemaian awan dalam meningkatkan curah hujan bisa berbeda-beda. Di beberapa daerah, teknik ini dapat meningkatkan curah hujan atau salju setidaknya 10 persen per tahun.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Previous post Aliran Listrik 2,75 Juta Pelanggan PLN di Sumatera Utara Kembali Normal Mulai Hari Ini 6 Juni 2024
Next post Makan Pepaya, Cara Enak Turunkan Kolesterol Usai Banyak Santap Daging Kurban